Igor Tak Peduli Hasil Drawing ACL Two, Fokus Persib Tuntaskan Manila Digger

JMBMedia — Pelatih Persib Bandung Igor Tolic memilih tidak terlalu memikirkan hasil undian fase grup ACL Two 2026/2027. Di tengah padatnya agenda yang menanti Maung Bandung pada awal musim, Igor justru meminta tim untuk fokus menyelesaikan satu pertandingan terlebih dahulu, yakni play-off ACL Two melawan Manila Digger.

Hal itu disampaikan Igor seusai memimpin latihan pagi Persib di lapangan pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (22/8/2026).

Alih-alih membahas calon lawan di fase grup ACL Two, Igor menegaskan bahwa seluruh perhatian Persib saat ini harus tertuju kepada Manila Digger. Menurutnya, terlalu dini memikirkan fase grup sebelum pertandingan play-off diselesaikan.

“Aku tak mau berkomentar apapun soal undian ACL. Aku tak peduli tim manapun. Aku hanya peduli pada Manila dan kami perlu menuntaskan Manila,” ujar Igor.

Igor juga menyoroti beratnya jadwal Persib pada awal musim. Setelah menghadapi Manila Digger di babak play-off ACL Two, Maung Bandung langsung ditunggu PSM pada laga perdana Super League di Bandung.

Setelah itu, Persib harus bertandang ke Jakarta untuk menghadapi Persija dalam laga Derby Indonesia. Jika berhasil melewati babak play-off ACL Two, Persib juga berpotensi menjalani perjalanan panjang ke Korea Selatan untuk menghadapi Seoul FC.

Usai dari Korea Selatan, Persib masih harus melanjutkan perjalanan menuju Jepara untuk pertandingan Super League. Rangkaian agenda tersebut membuat Igor memilih untuk tidak melihat terlalu jauh dan meminta tim fokus pada pertandingan terdekat.

“Setelah ini adalah pertandingan melawan PSM. Setelah itu Derby melawan Persija. Kami perlu menempuh perjalanan 7 jam ke Seoul. Dan setelah dari Seoul kami perlu lanjut ke Jepara. Jadi mungkin bagi kami hanya fokus laga tanggal 31,” kata Igor.

Selain jadwal padat, kondisi fisik pemain juga menjadi perhatian. Igor mengungkapkan sejumlah pemain Persib mengalami cedera setelah menjalani rangkaian pertandingan pramusim.

Ia menyebut staff medis terus bekerja untuk menangani kondisi para pemain. Namun, banyaknya pertandingan dalam waktu yang berdekatan membuat risiko cedera sulit dihindari.

“Staf medis bekerja 24 jam, kami juga ada masalah dengan ini (cedera). Kami ingin memperbaiki ini tapi ya begitulah adanya. Tak bisa dihindari banyak laga dalam waktu singkat memakan korban jadi ya begitulah adanya,” ucapnya.

Dengan situasi tersebut, Persib menghadapi tantangan besar sejak awal musim. Selain dituntut menjaga performa di berbagai kompetisi, tim juga harus mampu mengelola kondisi fisik pemain di tengah jadwal yang padat.