Igor Tolic Bongkar Rahasia Persib Rekrut Pemain Bintang: “Kami Bukan Klub yang Sangat Kaya”

JMBMedia – Keberhasilan Persib Bandung mendatangkan sejumlah pemain berkualitas dalam beberapa musim terakhir kerap dikaitkan dengan kekuatan finansial klub. Padahal, menurut pelatih Persib Igor Tolic, daya tarik Maung Bandung saat ini lebih banyak dibangun melalui kerja kolektif seluruh elemen klub dibanding sekadar kemampuan mengeluarkan dana besar.

Usai memimpin latihan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin (20/7/2026), Tolic menjelaskan bahwa fondasi kesuksesan Persib saat ini berawal dari proses yang dimulai tiga tahun lalu saat Bojan Hodak datang menangani tim.

“Jadi ini semua dimulai tiga tahun lalu Bojan Hodak datang. Persib berada di posisi 16. Semua tim mulai bekerja keras, dan dalam 3 tahun kami memenangkan tiga gelar,” kata Tolic.

Menurutnya, perkembangan Persib tidak terjadi secara instan. Klub mampu naik ke level yang lebih tinggi karena setiap bagian organisasi memahami peran dan tanggung jawab masing-masing. Dukungan manajemen, kerja departemen olahraga, tim pelatih, hingga para pemain berjalan dalam satu arah yang sama.

“Klub telah naik level, dan kami menetapkan standar di level tertentu. Semua orang di klub tahu pekerjaan mereka dan apa peran mereka, jadi kami memiliki pembagian yang jelas,” ujarnya.

Tolic juga mengapresiasi dukungan yang diberikan CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Glenn Sugita, serta kerja Direktur Olahraga Stanley Bernard dalam membangun skuad. Menurutnya, proses perekrutan pemain dilakukan sepanjang tahun melalui pemantauan, komunikasi, dan negosiasi yang matang.

Meski berhasil mendatangkan nama-nama besar seperti Mariano Peralta, Thom Haye, Eliano Reijnders, dan Sandy Walsh, Tolic menegaskan Persib bukan klub yang bisa membeli pemain dengan harga berapa pun.

“Kita bukan klub yang luar biasa kaya yang bisa membeli siapa saja. Tapi karena klub telah berkembang dalam tiga tahun ini, kami berhasil membawa pemain dengan uang lebih sedikit daripada klub-klub lain,” ungkapnya.

Ia menilai banyak pemain akhirnya memilih Persib bukan semata-mata karena nilai kontrak, melainkan karena reputasi klub yang terus meningkat. Status sebagai tim juara, kesempatan tampil di kompetisi Asia, serta lingkungan kerja yang profesional menjadi nilai tambah yang membuat Persib semakin menarik di mata para pemain.

“Mereka ingin menjadi bagian sesuatu yang sukses. Mereka ingin menjadi bagian dari Persib yang memenangkan gelar-gelar, bermain di ASIA, menjalani latihan yang bagus,” tutur Tolic.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan Persib di bursa transfer bukan hanya hasil kerja satu individu, melainkan buah dari kolaborasi seluruh elemen klub yang selama tiga tahun terakhir berhasil membangun budaya juara dan identitas yang kuat. Reputasi itulah yang kini membuat Persib mampu bersaing mendapatkan pemain-pemain terbaik, bahkan tanpa harus menjadi klub dengan pengeluaran terbesar.