
Foto: tangkaplayar/bandoengin
JMBMedia – Asisten pelatih Persib, Zlatko Runje, mengungkapkan alasan di balik keputusannya menerima pinangan Maung Bandung untuk bergabung dalam jajaran tim pelatih yang dipimpin Igor Tolic.
Menurut pelatih asal Kroasia tersebut, Persib merupakan salah satu klub terbesar di Indonesia dengan sejarah panjang dan basis suporter yang luar biasa. Hal itu menjadi salah satu faktor utama yang membuatnya tertarik menerima tantangan baru di Kota Bandung.
“Ketika Anda melihat sejarah, segalanya, dan ketika Anda melihat surat kabar, serta melihat di media sosial, Anda dapat melihat antusiasme di sini. Anda dapat melihat betapa mereka mencintai klub ini, atau bagaimana kami sekarang mencintai klub ini,” ungkap Zlatko di lapangan pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Kamis (23/7/2026).
Runje juga menilai pencapaian Persib dalam beberapa musim terakhir menjadi daya tarik tersendiri. Klub kebanggaan Jawa Barat itu baru saja mencatatkan sejarah dengan meraih tiga gelar juara liga secara beruntun, sebuah prestasi yang menurutnya menunjukkan kualitas dan mental juara tim.
“Dan itu sangat menarik. Jadi, kita akan lihat apa yang akan terjadi musim ini,” imbuhnya.
Bagi Runje, bergabung dengan Persib merupakan sebuah kehormatan. Ia mengaku terkesan dengan reputasi klub yang memiliki sejarah besar serta dukungan fanatik dari para pendukungnya.
Selain itu, ia melihat budaya profesional yang ditunjukkan para pemain sejak menjalani aktivitas bersama tim. Hal tersebut membuatnya optimistis Persib memiliki fondasi yang kuat untuk kembali bersaing pada musim ini.
“Tapi yang saya sukai, saya suka tim ini, saya suka para pemainnya. Yang saya sukai adalah cara mereka bekerja, karena mereka bekerja secara profesional,” katanya.
Pelatih yang mengantongi lisensi UEFA A Coaching Licence dan UEFA A Goalkeeping Coaching Licence itu juga mengapresiasi semangat kompetitif para pemain Persib. Menurutnya, setiap pemain memiliki keinginan kuat untuk berkembang dan bersaing secara sehat demi mendapatkan tempat di tim.
Ia menilai sikap tersebut mencerminkan rasa hormat para pemain, baik kepada jajaran pelatih, klub, maupun para suporter.
“Anda tidak bisa melihat ada seseorang yang merasa tidak puas atau semacamnya, mereka hanya berjuang untuk mendapatkan posisi. Dan ini menunjukkan kepada saya bahwa mereka menghormati staf, tetapi mereka juga menghormati klub, yang merupakan hal paling penting di sini. Menghormati klub dan menghormati para pendukung,” tegasnya.
Agus Rahayu/JMBMedia